var id = "82a590adea1a0500609d9bd022c4d4d48bec5e12"; class="post-template-default single single-post postid-68 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Ingin Tahu Cara Mencegah Alergi Pada Anak? Konsultasi Dokter Anak Sekarang Juga!

Alergi yang terjadi pada anak biasanya bersifat genetik, yang berarti anak berisiko mempunyai alergi jika salah satu orang tuanya menderita alergi tersebut. Maka, sebab karena itu bagi anak yang mempunyai risiko alergi penting untuk mencegahnya, salah satu cara konsultasi  dokter anak secepatnya. Namun, sebagai orang tua wajib mengetahui gejala-gajala alergi yang terjadi pada anak.  Apa saja sih gejala-gejalanya? Simak penjelasan berikut.

Sistem kekebalan tubuh bertugas untuk membasmi zat berbahaya atau benda asing yang masik ke dalam tubuh seperti virus, kuman, dan racun. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh pada penderita alergi akan bereaksi secara berlebihan terhadap benda atau zat tertentu yang seharusnya tidak berbahaya. Kondisi yang satu ini cukup sering terjadi oleh anak-anak dan jenisnya dapat bermacam-macam, contohnya seperti alergi debu, kacang, susu sapi, bahkan alergi seafood.

Kasus alergi pada anak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30-40% orang di dunia tepatnya pada tahun 2019 kebanyakan kasus alergi ditemukan terjadi pada anak-anak. Diduga diakibatkan oleh beberapa faktor riwayat alergi dalam keluarga atau keturunan, pola makan, serta pengaruh lingkungan.

Jika anak alergi terhadap suatu makanan atau zat, reaksinya akan kambuh ketika anak terpapar zat tersebut. Makanan atau zat yang bisa mengakibatkan terjadinya alergi ini disebut alergen. Jenis alergen pada setiap penderita tidak sama. Maka sebab itu orang tua harus mengetahui jenis alergen apa yang menimbulkan reaski alergi anak supaya dapat dihindari.

Pada umumnya anak yang mempunyai orang tua dengan riwayat alergi bisa mempunyai risiko alergi 30-50%. Namun, jika kedua orang tuanya mempunyai alergi masing-masing maka risiko anak mengalami alergi dapat mencapai 60-80%. Hal tersebut muncul karena sifat genetik pada orang tua mengakibatkan sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan, bahkan mudah terjadi gejala alergi bisa diturunkam kepada anak.

Gejala-gejala alergi yang muncul sangat beragam. Gejala yang dapat dikatakan ringan bisa kulit kemerahan, gatal, bersim atau pilek. Namun, terkadang gejala alergi yang terjadi pada anak dapat mengakibatkan muntah dan diare. Di bawah ini akan dijelaskan cara mencegah anak terkena alergi, berikut penjelasannya.

  • Mendeteksi Risiko Alergi

Langkah pertama yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anak terkena alergi dengan menentukan seberapa besar risiko anak terkena alergi, hal ini bisa konsultasi  dokter  anak langsung. Langkah yang satu ini cukup penting agar anak tidak mengalami reaksi alergi yang tidak diinginkan, karena bisa aja alergi yang terjadi pada anak merupakan alergi yang bisa menyebabkan kematian.

  • Memberikan ASI

Pemberian ASI selama 6 bulan pertama usia anak bisa mengurasi risiko terjadinya alergi pada anak, dikarenakan kandungan antibodi dan nutrisi di dalam ASI bisa mencegah anak mengalami alergi.

  • Memberikan Susu Formula Khusus

Bukan hanya ASI, orang tua juga dapat memberikan anak susu yang sudah diformulasikam secara khusus, manfaatnya bisa mengurangi risiko munculnya alergi. Ketika memberikan produk susu formula untuk anak, orang tua bisa memilih produk yang di dalamnya diperkaya kandungan sinbiotik.

  • Memberikan MPASI Secara Bertahap

Pengenalan pendamping ASI pada bayi harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan usianya. Risiko terjadinya alergi pada anak bisa meningkat bisa pengenalan pendamping ASI dilakukan terlalu dini atau justru terlambat. Namun, biasanya disarankan saat usia bayi menginjak 6 bulan.

Jika orang tua ingin mengerti lebih banyak mengenai penyebab dan mencegah alergi pada anak, orang tua bisa konsultasi dokter anak di aplikasi Klikdokter.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>